Senin, 20 Juli 2009

CARA PENYAJIAN

FB-Note 2009 (A-5
CARA PENYAJIAN...

Suka minum kopi ? Tidak ? Oh...sayang banget. Atau ini...suka makan pisang goreng ? Hmm...mestinya suka yaaa...

Minum secangkir kopi dan menyantap sepotong pisang goreng, di sore hari...sungguh nikmat. Apalagi sehabis hujan...nongkrong di depan rumah...melihat rintik-rintik air hujan yang menetes dari helai-helai daun.

Duluuuuu....minum kopi hanya bisa dinikmati di teras rumah, atau di kedai kopi. Dan...biasanya yang boleh menikmati kopi sambil leyeh-leyeh itu adalah kaum bapak. Hiikss...

Tapi sekarang...jaman berubah...musim berganti.

Kita tak perlu lagi menunggu hujan sore-sore untuk menikmati secangkir kopi dan sepotong pisang goreng. Hampir di sepanjang waktu, pagi hingga malam hari, ada gerai kopi yang menyediakan secangkir kopi...atau segelas besar kopi...lengkap dengan pisang goreng bertabur keju atau penganan kecil lainnya. Dan...satu lagi...menikmati secangkir kopi sekarang bukan lagi monopoli kaum bapak...Horeeee....

Apa yang beda, antara secangkir kopi di kedai pojok jalan dekat rumah, dengan secangkir kopi di kafe atau gerai kopi bermerek di sebuah pusat perbelanjaan mewah ?

Harganya ! 

Yes...itu satu. Yang lain adalah....cara penyajiannya. Suasananya...dan senyum yang mengiringi gelas-gelas dan cangkir kopi yang disuguhkan di hadapan kita.

Kopi di kedai dekat rumah adalah kopi yang ditanam di lahan yang barangkali sama dengan kopi yang ada di gerai atau kafe. Pisang goreng, yang disajikan di warung dekat rumah, barangkali satu pohon satu saudara dengan pisang yang disajikan di kafe di pusat kota.
Bedanya di mana ?

Hmm...itulah dia. Pada CARA PENYAJIAN.

Gara-gara...(kok gara-gara ? hehe...)...ehmm...cara penyajian yang berbeda, maka harga kopi dan rasanya pun ikutan berbeda. Kopi di kedai jadi terasa seperti sebuah rutinitas, sedangkan kopi di kafe jadi sebuah ritual sosialisasi.

Dalam hidup kita juga banyak terjadi perbedaan gara-gara...(saya kok jadi suka bilang ‘gara-gara’...hehe)...CARA PENYAJIAN.

Seorang guru, menjadi guru yang berbeda karena dia memiliki cara penyajian yang berbeda dengan guru lainnya. Padahal materi yang dibawakan toh sama saja. Dari buku yang sama. Dan di ujungnya, membuat murid lebih mudah menyerap bahan yang diberikan oleh guru tersebut.
Seorang trainer...(soalnya saya banyak berkecimpung dengan dunia training...hehehe...)... menjadi trainer yang berbeda dari trainer lainnya karena dia punya cara yang unik dan menarik. Cara dia ‘membeli hati’ peserta training, cara dia menyajikan bahan-bahan...semua merupakan cara yang khas dan hanya milik dia.

Seorang pedagang...memiliki banyak langganan, bukan hanya karena produk yang dijualnya berkualitas, tapi cara penyajian...cara melayani...yang khas dan tulus dari hati.

Itulah...kuncinya...

Seandainya saja kita mau belajar...bahwa dengan memberi CARA PENYAJIAN yang berbeda...yang berkualitas...yang tulus dari hati...kita akan memenangkan hati pembeli...


Bintaro, 26 Mei 2009
Salam pembelajar jalanan....

Ietje S. Guntur

Special note :
Thanks untuk guru-guruku sepanjang jalan...Kang Asep, Mas Hendry, Mas Zamronny, Kang Ikhwan Sopa, Mas Ronny, Mas Hariii, Pak Krishnamurti, Mas Harry Uncommon, mbak Liliana, mbak Lies, Dio Martin, Pak James Gwee , Ibu Purba (guru terkasih jaman SD), Ibu Ndut (guru tersayang jaman TK),...juga sahabatku Haaar...thanks sudah membentangkan ilmunya untuk diserap sepanjang waktu...

Selasa, 19 Februari 2008

Mohon maaf....

Dear teman dan sahabat...

Mohon maaf...banget-banget...Resep-resep My Lovely Kitchen belum sempat tampil lagi...hehehe...Maklum lagi kumat malesnya...Tiap hari juga makannya cuma telor dadar...again...dan again...Plus sambel bawang dan cabe goreng...

Ada sih beberapa koleksi masakan...tapi lagi gak mood banget buat nulis resep. Rasanya ada yang lagi 'cemplang'....seperti kurang garam. Tapi percaya deeeh...kalau sudah mood lagi...seperti bulan purnama pasti akan bersinar kembali...

Oya...ada teman yang ngusulin...kenapa nggak dikirim aja di Majalah atau koran atau klub masakan...Naaah...itu dia...Kalo lagi kumat malesnya, ya beginilah jadinya...heheeh...

Nggak apa-apalah di sini dulu...nanti kalau sudah rajin lagi, ya dikirim ke Majalah juga...


Salam sayang,
Dari sudut My Lovely Kitchen....


Ietje

Selasa, 01 Januari 2008

Tofu in Love


A story about :

TOFU in LOVE

Hari libur…di penghujung tahun 2007..

Saya sedang keranjingan di dapur. Maklum, hampir sepanjang tahun 2007 ini saya bepergian melulu…traveling ke sana ke mari. Urusan pekerjaan, dan urusan yang dicari-cari sendiri…Jadinya nyaris saya tidak sempat mencoba resep baru, khususnya untuk si Cantik anak semata wayang saya.

Hari ini kebetulan Assistant Kitchen Cabinet saya sedang mudik lagi ( mudik melulu..), jadi saya pun bisa bebas berkreasi di dapur Triple S saya itu…hehehe…

Tofu..atau tahu sutera, adalah makanan kegemaran anak saya. Dulunya dia penggemar tahu biasa, tapi setelah dia mengenal tahu sutera, maka pilihannya untuk masakan adalah tahu sutera ini. Mau yang polos atau plain, ataupun rasa udang…sama saja.

Kali ini saya memasak tofu ini dengan resep istimewa dan diberi sayuran bokcoy, sejenis sawi tapi berbonggol besar. Kalau tidak ada bokcoy, ya sawi hijau biasa juga boleh. Tapi rasanya memang kurang krispi…kurang renyah.

Mmh…nikmati saja sajian Tofu in Love ini, ya…Oh, iya…untuk padanan teman sajiannya sebaiknya dibarengi dengan seafood goreng, lebih baik lagi kalau udang goreng biasa.

Salam sayang dari My Lovely Kitchen,

Ietje S. Guntur

*-♥♥-*

RESEP :

Tofu in Love

BAHAN :

- Tofu atau tahu sutera, ukuran sedang 1 buah

- Jamur champignon segar atau jamur merang beberapa butir

- Udang ukuran sedang 5 ekor

- Telur puyuh rebus 10 butir

- Bokcoy 2 ikat, masing-masing berisi 2 atau 3 batang

- Minyak sayur untuk menggoreng tofu

- Minyak sayur 1 sendok makan untuk menumis masakan

BUMBU :

- Bawang Bombay , ukuran sedang 1 buah

- Bawang putih, bentuk agak bulat 2 buah

- Jahe sepotong kecil , ukuran 2 cm

- Saus tiram 2 sendok makan

- Minyak wijen (sesame oil) 1 sendok makan

- Kecap ikan 1 sendok makan

- Saus tomat botolan 2 sendok makan

- Merica bubuk (putih) secukupnya

- Air matang untuk kuah

- Garam

- Gula pasir sedikit (sebagai pengganti penyedap rasa)

ALAT MASAK :

- Wajan / kuali besi biasa

CARA MEMASAK :

1. Persiapan :

- Tofu dipotong mengikuti bulatan bungkusan, setebal 1 cm

- Goreng tofu sampai berwarna keemasan dan kulit agak mengering

- Jamur dipotong mengikuti bentuk penampang miring agar penampilannya bagus

- Udang dibersihkan, buang kepalanya, belah punggungnya dan bersihkan kotorannya

- Telur puyuh dikupas kulitnya, cuci dengan air hangat agar kotoran bekas kulit yang menempel menjadi bersih

- Bokcoy buang bonggolnya kira-kira 1 cm, kemudian batang dan daunnya dipotong besar, kurang lebih sepanjang 3 cm

- Bawang Bombay dipotong tipis mengikuti lingkarannya

- Bawang putih digeprek dengan kulitnya, baru dikupas agar aromanya tetap bertahan

- Jahe dikupas kulitnya, digeprek

2. Proses memasak :

- Panaskan minyak untuk menumis

- Setelah panas betul masukkan bawang putih, tumis hingga harum, baru masukkan bawang Bombay.

- Berturut-turut masukkan udang, tumis cepat dengan api besar agar cepat matang, kemudian masukkan telur puyuh dan jamurnya.

- Kalau sudah kelihatan matang dan aroma mentah sudah berkurang, tambahkan air kurang lebih 1 gelas ( 200 ml)

- Masukkan bumbu berikutnya, jahe, saus tiram, minyak wijen, kecap ikan, merica, garam dan sedikit gula pasir.

- Biarkan masakan matang dan bumbu meresap. Bila air kelihatannya kurang, tambahkan sedikit.

- Terakhir masukkan bokcoy, dimulai dari bagian bonggol, beberapa saat baru masukkan daun.

- Aduk sebentar, matikan apinya, dan biarkan sejenak agar daun agak layu.

SARAN PENYAJIAN :

- Pergunakan wadah keramik, agar panas lebih bertahan lama

- Sajikan bersama udang goreng atau seafood goreng lainnya.

TIPS :

- Masakan ini enak disantap selagi panas.

- Bila disukai, dapat dikentalkan dengan campuran 1 sendok teh tepung maizena yang diberi air.

- Ini adalah ukuran untuk 1 kali penyajian untuk 3 orang.

-

**♥♥♥**

Selamat menikmati,

Salam sayang dari My Lovely Kitchen…

Ietje S. Guntur

Senin, 31 Desember 2007

Foto Tempe Kangen...

Foto Tempe Kangen...31 Desember 2007


Ini adalah tampilan si Tempe Kangen...
Supaya rasanya lebih 'nendang' boleh didampingi oleh ikan pindang dan lalab timun.
Ini untuk menyegarkan dan mengurangi amis ikan bagi yang tidak doyan...

Eeeh...mestinya kan ini masuk ke resep Tempe Kangen, ya ?
Tapi maklum ajalah...dari pada susyah lagi ngeditnya, ya sudah...tempel saja di sini...
Mejeng sendirian...he he he...

Oya, mau cerita sedikit soal foto-memfoto si tempe ini tadi.
Berhubung di rumah lagi kerja sendirian...jadi pagi-pagi banget ya sudah heboh sendiri...
Heboh beresin rumah, heboh menyiapkan sarapan...ditambah heboh mau bikin foto...
Wuiiiih...namanya ibu-ibu...ya lari sana, lari sini...sambil heboh juga pengen posting segala macam...

Jadi deh seharian ini saya seperti setrikaan...mondar mandir saja di dalam rumah...
Ya, beres-beres rumah...ya, masak pagi dan siang ( hiii...jarang-jarang banget...)...terus motretin segala macam untuk diposting...Hasilnya...lihat saja di Galeri Cintaku...banyak foto baru yang mejeng di sana...

Oke deee....
Met berakhir tahun, yaaa....


Salam sayang dari My Lovely Kitchen...


Ietje

Minggu, 30 Desember 2007

Sleeping Chicken with Yoghurt

Art-Lovely Kitchen 2007 (A-12.30.01

Start : 12/30/2007 12:36 PM

Finish : 12/30/2007 13:30 PM

SLEEPING CHICKEN with Yoghurt

Hmmm…bayangkan Sleeping Beauty ! Cantiiiikkk…Sekarang bayangkan Sleeping Chicken…pasti sedaaaap ! Imagine donk !

Sebetulnya ini ayam berbumbu biasa, tapi dengan sedikit tambahan bumbu dan cara memasak yang ‘malas-malasan’, jadilah si Chicken biasa ini menjadi Sleeping Chicken yang spektakuler. Hiyaaa…sebenarnya ini proses masak orang malas…

Kesannya sih seperti makanan mewah dengan penyajian istimewa. Namun sejujurnya, buat saya ini adalah cara masak yang paling praktis…hi hi hi…Maklum saja, sebagai orang yang kurang berminat berkutat lama di dapur, saya selalu mencari cara tercepat dan terpraktis untuk dapat menyajikan makanan yang lezat bagi si Cantik buah hati saya.

Mmhhh…agar tidak terlalu lama ngobrolnya, di sini saya sajikan resep Sleeping Chicken with Yoghurt. Baru gress dari dapur saya di hari Minggu yang cerah ini. Lengkap dengan fotonya, biar lebih semangat…(begitu kata sahabat saya, Rudy Tanu…thanks ya). Dan tahu dong, gimana tadi hebohnya di dapur saya yang Triple S itu ? he he…tapi berhasil juga kok saya membuat fotonya…

Oya…satu hal…ini hanya Resep…Masakan itu menjadi enak dan lezat kalau kita memasaknya dengan penuh rasa cinta. Jadiiii…sebelum kita memanggang masakan ini …bisikkanlah kata-kata yang indah dan penuh kasih untuk orang yang kita cintai, kepada siapa masakan ini nanti kita persembahkan…

Minggu, 30 Desember 2007

Salam sayang dari My Lovely Kitchen,

Ietje

**♥♥**

RESEP :

SLEEPING CHICKEN with YOGHURT

BAHAN :

- Ayam negeri 1 ekor, jangan yang terlalu besar dan berlemak. Buang kepala, leher dan cekernya.

BUMBU :

- Bawang Bombay 2 buah yang sedang besarnya

- Bawang putih 5 buah, sebaiknya ambil yang agak bulat, jangan yang pipih

- Merica bubuk secukupnya ( tergantung aromanya, kalau cukup keras cukup satu sendok teh rata)

- Yoghurt plain (berwarna putih) ½ botol

- Madu murni 4 sendok makan

- Minyak zaitun (olive oil) 2 sendok makan

- Garam

Tambahan :

- Daun mint beberapa tangkai

- Kismis (raisin kering) untuk taburan

-

Catatan :

Yoghurt adalah susu yang difermentasi, dijual di supermarket dalam kemasan botol . Yoghurt hanya bertahan kurang lebih 3 hari – 1 minggu bila disimpan dalam suhu rendah. Untuk penggunaan bumbu masak, yoghurt akan melunakkan daging, ayam dan ikan.

ALAT MASAK :

- Pinggan tahan panas (pyrex) bertutup

CARA MEMASAK :

  1. Ayam dipotong-potong ukuran sedang, buang bagian-bagian yang berlemak terutama di bawah kulit.
  2. Bawang Bombay dicincang kasar atau dipotong bentuk kotak ukuran 1x1 cm.
  3. Bawang putih dipukul, kemudian dicacah halus
  4. Lumuri ayam dengan bawang Bombay, bawang putih, yoghurt, merica, garam. Biarkan selama 15 menit.
  5. Tambahkan madu dan aduk rata.
  6. Masukkan ke dalam pinggan tahan panas, siram dengan minyak zaitun di pinggirnya.
  7. Panggang selama 20 menit, atau sampai ayam berwarna coklat keemasan .

SARAN PENYAJIAN :

- Pada saat ayam masih panas, masukkan helai-helai daun mint di atas ayam, kemudian taburkan kismis.

- Tutup lagi pinggan tersebut, dan biarkan aroma mint meresap ke dalam sajian ayam.

- Selain dapat dimakan bersama nasi putih biasa, Sleeping Chicken ini juga enak dimakan dengan kentang kukus yang ditumbuk (mash potatoes). Kuahnya yang kental akan melezatkan kentang kukus.

TIPS :

- Resep ini bisa juga dipergunakan untuk ayam panggang biasa. Tapi sebaiknya tidak usah mempergunakan minyak zaitun karena akan menyebabkan ayam menjadi mudah gosong.

- Pergunakan arang briket agar tidak terlalu banyak asap.

****

Selamat menikmati…

My Lovely Kitchen,

Ietje S. Guntur

Selasa, 25 Desember 2007

Tempe Kangen

Lovely Kitchen 2007 (A-12.2
Start : 12/25/2007 5:27 PM
Finish : 12/25/2007 6:18 PM

TEMPE KANGEN

Sebetulnya tempe ini adalah tempe goreng biasa. Tapi karena tambahan sambel yang dibuat dengan cara khusus, dan hanya dimakan pada hari khusus, yaitu hari libur dan hari Minggu jadinya tempe ini selalu menimbulkan rasa kangen yang luar biasa.

Sebagai penggemar tempe, maka bagi saya tempe goreng biasa pun bisa menjadi tempe yang spektakuler. Apalagi disantap bersama sambel khusus yang pertama kali saya nikmati di rumah Budhe saya di Jalan Sangkuriang - Bandung dulu, semasa saya masih kuliah. Jadi setiap kali makan tempe ini, saya selalu teringat akan semua kenangan di hari-hari libur atau hari Minggu yang begitu indah. Ketika saya dan segenap sepupu saya berebutan tempe penyet ini ,dan menyantapnya bersama dengan sekerat ikan pindang goreng dan sejumput daun kemangi atau daun surawung kata orang Sunda.

Hari ini…saat saya jauh dari Bandung, setiap kali saya kangen dengan suasana hangat di dalam keluarga Pakdhe dan Budhe saya, maka saya akan membuat tempe penyet ala Sangkuriang. Saat-saat penuh kasih di sana, akan membuat hati saya menjadi hangat.

Tempe memang bukan sekedar tempe. Tempe bisa menjadi pengikat hati. Terlebih kalau kita menikmatinya bersama orang-orang yang kita kasihi.

Selamat menikmati.

Salam sayang dari My Lovely Kitchen,

Ietje S. Guntur

**

TEMPE KANGEN

Bahan :

- Tempe, sebaiknya yang dibungkus satu persatu dalam daun pisang, berbentuk panjang , 10 bungkus

- Atau, tempe panjang 1 papan, sebaiknya yang dibungkus daun pisang

- Minyak sayur yang baru untuk menggoreng tempe, paling sedikit 500 ml.

Bumbu :

- Ketumbar 1 sendok makan, dicuci bersih

- Bawang putih 2 siung, kupas kulitnya

- Garam secukupnya

Sambel penyet :

- Cabe keriting merah sekitar 20 buah (pilih yang utuh dan licin kulitnya)

- Bawang merah dengan kulitnya 10-15 siung (sebaiknya berbentuk agak bundar)

- Terasi yang sudah matang (dibakar atau disangrai)

- Tomat, kalau suka

Tambahan :

- Timun segar (=bonteng, bhs Sunda)

- Kemangi ( = surawung, bhs Sunda)

Peralatan kerja :

- Cobek kecil untuk mengulek sambel dan membuat tempe penyet

- Wajan untuk menggoreng tempe

Cara membuatnya :

Tahap I : Tempe Goreng

  1. Tempe setelah dibuka dari bungkusannya digores-gores sepanjang badannya, agar nanti bumbu dapat meresap.
  2. Bumbu perendam tempe diulek : ketumbar, bawang putih yang sudah dikupas kulitnya dan garam secukupnya. Tambahkan air hangat secukupnya.
  3. Tempe yang sudah digores-gores direndam kurang lebih 15 menit di dalam rendaman bumbu.
  4. Panaskan minyak di wajan, api jangan terlalu besar, tapi juga jangan terlalu kecil.
  5. Setelah minyak cukup panas, masukkan tempe satu persatu ke dalam wajan. Agar tempe bisa garing dan renyah, tempe harus terendam minyak dengan sempurna. Jangan memasukkan tempe terlalu banyak sekaligus.
  6. Setelah tempe berwarna coklat keemasan, angkat dan tiriskan. Ulangi untuk semua tempe hingga habis.

Tahap II : Sambel penyet

  1. Setelah tempe selesai digoreng, ambil sebagian minyak goreng yang masih panas dan masukkan ke dalam wajan. Boleh juga dengan mengurangi jumlah minyak yang sudah ada di dalam wajan penggorengan tempe.
  2. Ambil bawang merah yang masih berkulit, goreng sebentar di dalam minyak panas hingga kulitnya layu. Angkat, sisihkan.
  3. Setelah menggoreng bawang, ambil cabai utuh, jangan ada yang berlubang dan goreng di dalam minyak panas bekas menggoreng bawang. Goreng sampai layu. Hati-hati jangan sampai meletus . Kalau perlu boleh ditutup sebentar. Kalau sudah layu angkat, sisihkan.
  4. Ambil cobek kecil. Masukkan dua atau tiga buah cabai merah, dua atau tiga buah bawang merah yang sudah digoreng tadi, pencet kulitnya hingga mengelupas. Kulit bawang dibuang. Lalu diulek bersama dengan terasi dan garam. Sambel ini tidak perlu halus, agak kasar, agar cabai dan bawangnya bisa menempel di tempe gorengnya nanti.

Saran penyajian :

  1. Ambil cobek berisi sambel bawang, masukkan satu atau dua potong tempe goreng yang masih hangat. Tekan-tekan tempe goreng dengan ulekan ( mutu ) – sebaiknya yang dibuat dari batu – hingga pipih dan sambel melekat pada tempe goreng.
  2. Kalau suka, boleh ditambahkan tomat dan ditumbuk kasar bersama sambel dan tempe goreng.
  3. Hidangkan tempe penyet bersama dengan cobeknya.
  4. Dapat disantap bersama ikan pindang goreng, lalab timun dan kemangi.
  5. Agar lebih nikmat, setiap orang mendapat satu cobek berisi tempe dan sambelnya.

Tips :

- Cobek kecil berbentuk khusus, misalnya bentuk ikan atau buah-buahan banyak dijual di daerah Sengkaling – Malang (Jatim) atau di daerah Magelang (Jateng).

- Untuk menjaga penampilan, setiap cobek dapat diberi alas keranjang rotan kecil ataupun piring kecil yang serasi dengan ukuran cobek.

- Minyak untuk menggoreng tempe sebaiknya minyak yang baru. Minyak jelantah atau minyak bekas menggoreng akan mempengaruhi rasa tempe.

- Sisa minyak bekas menggoreng tempe masih dapat digunakan untuk menggoreng ikan pindang, dan dapat mengurangi aroma anyir ikan pindang.

*i*s*

Special note : Resep Tempe Kangen ini didedikasikan untuk keluarga Pakdhe dan Budhe Iskandar Danusugondho, serta segenap sepupu penggemar tempe : Sonny, Sapto, Anjoy, Titi Frian, Conny…Thanks sudah berbagi tempe dan kehangatan di masa lalu…I love U all…

Forever Love...Sup Kacang Merah

FOREVER lOVE....

Pasti teman dan sahabat semua akan bertanya, kenapa sih Sup Kacang Merah ini sampai mendapat julukan sedemikian romantisnya ?

Ini ada riwayatnya...hehehe...Konon kata ibu dan tante-tante saya ( baik itu dari pihak keluarga ibu, maupun pihak keluarga ayah) yang pernah mengasuh saya semasa kecil, saya ini penggemar berat sup kacang merah ! Setiap minggu, pasti saya akan minta masakan sup kacang merah. Tidak peduli musim hujan atau musim panas, sup kacang merah harus hadir menemani hari-hari saya.

Tidak hanya jaman saya masih kanak-kanak, sampai sekarang pun Sup Kacang Merah ini menjadi menu favorit saya. Dan salah satu standar keberhasilan Assistant Kitchen Cabinet di rumah saya adalah kalau ia berhasil memasak sup kacang merah sesuai dengan selera saya.

Nah, supaya tidak berpanjang lebar dengan urusan nostalgia sup kacang merah ini berikut saya tuliskan resepnya untuk teman dan sahabat semua. Oya, ada dua versi sup kacang merah ini , yaitu :
1. Sup kacang merah dengan kaldu daging ( buntut, iga atau daging giling)
2. Sup kacang merah tanpa kaldu daging alias vegetarian

*

SUP KACANG MERAH versi Kaldu Daging :

Bahan : - Kacang merah segar, kurang lebih 500 gram
- Iga atau buntut sapi, kurang lebih 500 gram
- Wortel , yang sedang 2 buah ( kalau suka, untuk menyerap lemak daging)

Bumbu : - Bawang merah sedang, kurang lebih 5-6 siung
- Bawang putih 2 siung
- Tomat merah 1 buah
- Daun seledri dan daun bawang
- Bawang merah goreng untuk taburan ( kalau suka)
- Pala biji, setengah buah dirajang halus
- Bunga lawang ( kalau suka ) 1 buah (bisa beli di supermarket terkemuka)
- Rosmarry butiran ( kalau suka, untuk menambah aroma)
- Jahe kurang lebih sebesar jempol
- Merica / lada putih, lebih enak yang butiran dan nanti digiling tersendiri
- Mentega (margarin) 1 sendok makan
- Minyak sayur (minyak goreng) untuk menumis daging, iga atau buntut, 1 sendok
makan

Alat masak : - Sebaiknya mempergunakan panci dari bahan stainless steel yang agak tebal.

Cara memasak :
1. Kacang merah direbus tersendiri sampai empuk.
2. Daging atau iga atau buntut, ditumis cepat dengan sedikit minyak sayur ( kurang lebih 1 sendok makan) dalam wajan tersendiri untuk mengurangi aroma daging mentah dan menguatkan rasa. Kalau mau lebih enak, daging dipanggang sebentar sehingga tulangnya matang dan daging agak mengering.
3. Sediakan air satu panci kurang lebih 1 liter ( 5 gelas) dan didihkan, baru kemudian masukkan daging, atau iga, atau buntut sapi yang sudah ditumis. Rebus hingga empuk.
4. Masukkan kacang merah yang telah direbus. Tambahkan wortel yang sudah dipotong-potong sesuai selera. Sebaiknya dipotong bulat tipis, agar lebih bagus dalam tampilan.
5. Masukkan bumbu-bumbu : bawang merah yang sudah diiris tipis, bawang putih yang sudah digeprek, jahe yang sudah digeprek , pala yang diiris, bunga lawang dan rosmarry butiran. Biarkan bumbu meresap. Bila disukai, bawang merah dan bawang putih bisa ditumis dengan mentega, tetapi rasanya akan terlalu berlemak. Tambahkan garam dan rasakan.
6. Bila semua bumbu sudah terasa, daging dan kacang merah sudah empuk, masukkan daun seledri yang diikat serta daun bawang yang sudah diiris sesuai selera ( boleh iris tipis, boleh iris panjang). Tambahkan tomat yang sudah dipotong-potong. Masukkan satu sendok mentega , biarkan hingga cair, dan terakhir tambahkan merica bubuk ( lebih enak kalau merica bulat digiling tersendiri, rasanya akan lebih hangat dan lebih kuat).

Tambahan :
- Sambal cabe rawit : - 10 butir cabe rawit merah
- Garam
- Cuka masak sedikit
- Air matang
- Cara membuat : Semua bahan digerus jadi satu, teteskan sedikit cuka masak.

Saran Penyajian :
- Pergunakan mangkuk keramik atau mangkuk kaca tahan panas.
- Taburkan bawang goreng bila disukai.
- Sediakan potongan jeruk nipis dan sambal cabe rawit bila disukai.
- Tambahkan emping goreng untuk menambah selera.


**

SUP KACANG MERAH tanpa kaldu daging :

Semua bahan dan bumbu sama seperti membuat Sup Kacang Merah dengan kaldu daging. Hanya saja tidak menggunakan kaldu daging sapi asli. Kalau suka, boleh menggunakan kaldu blok, atau kalau tidak suka boleh menggunakan tambahan susu cair kurang lebih 50 ml untuk menguatkan rasa.

**

Selamat menikmati...Selamat berkreasi...

Salam sayang dari My Lovely Kitchen...

Ietje